Curabitur
Surakartaraya.com- Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Hajad Dalem Garebeg Pasa Tahun Dal 1959, Minggu (22/3).
Hajad Dalem
Garebeg Pasa Tahun Dal 1959 diikuti ratusan orang abdi dalem. Para peserta
melakukan kirab dari Keraton Solo menuju Masjid Agung.
Peserta barisan
pertama merupakan prajurit Keraton Solo dengan alat musik. Lalu peserta lainnya
membawa dua gunungan serta beberapa jodang.
Mereka menuju
Masjid Agung Solo. Satu gunungan dibagikan kepada warga yang menyaksikan acara
di Masjid Agung.
Sementara itu,
satu gunungan lain dibagikan di depan Kori Kamandungan saat peserta kembali
menuju Keraton Solo.
Atraksi itu
menarik wisatawan yang berlibur ke Keraton Solo, seperti mahasiswi dari Jogja
Afifa,19, dan Nabila, 19 yang berlibur ke Solo.
Keduanya
mendapatkan makanan dari gunungan yang dibagikan oleh abdi dalem.
“Ini tradisi
yang bagus, saling berbagi kepada masyarakat Solo, saling berbagi kebaikan dari
keraton sendiri,” kata Afifa, Minggu (22/3).
Warga Sumatra
Utara tersebut menjelaskan sedang berlibur saat libur kuliah. Ia bersama Nabila
memilih liburan ke Solo karena dekat dengan Jogja dan murah.
“Setelah ini
kami akan ke Museum Keraton Solo lalu ke Pasar Triwindu. Kemudian balik ke
Jogja,” ucap dia.
Kerabat Keraton
Solo KGPHA Panembahan Dipokusumo menjelaskan Keraton Solo menjalankan rangkaian
tradisi sejak sebelum Ramadan mulai dari sadranan, masak apem, malam selikuran,
pembagian zakat fitrah, dan grebeg Idul Fitri.
“Ada empat hal
yang harus diperkuat dalam tradisi adat budaya Jawa yang bersumber di Kraton
Surakarta yaitu pertama adalah saling memperkuat atau doyo dinoyo. Yang kedua
adalah samat sinamadan, saling mengingatkan,” katanya
Ia menambahkan
untuk yang ketiga dunga dinungo saling mau mendoakan, dan yang keempat dalam
rangka Idul Fitri itu tentu saja ada ngapura ing ngapura, saling memaafkan.
“Ini tradisi
warisan budaya yang tetap lestari di tengah perubahan zaman teknologi,”
tandasnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *