Damkar Solo Kerja Keras, Makamkan Warga Meninggal Berbobot 200 Kg

- 06 Januari 2026 | 07:51
IMG
Prosesi pemakaman warga berbobot 200 kg dibantu petugas Damkar Solo. (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo harus kerja keras diminta pertolongan warga memakamkan warga Kelurahan Serengan, Solo yang meninggal dunia dunia berbobot 200 kilogram, Senin (5/1).

Warga tersebut bernama Rusminingsih (43) Warga Kampung Makam Bergolo, Kelurahan Tipes, Kecamatan Serengan, Solo. 

Pemakaman dilakukan di TPU Daksinoloyo, Danyung, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Prosesi pemakaman dilakukan dengan menandu jenazah oleh 8 orang anggota Linmas dan satu orang anggota BPBD Solo.

Dilokasi liang lahat, jenazah ditarik tripod, tali, serta basket atau tandu penyelamatan yang biasa digunakan pada penanganan medan vertikal untuk dimasukan ke dalam makam.

“Pemakaman warga meninggal dengan bobot 200 kg butuh tenaga ekstra,” ujar Komandan Regu Damkar Solo, Matias Andri.

Ia mengatakan keluarga korban melaporkan ke pos jaga dan pengecek rumah duka dan lokasi pemakaman untuk mempersiapkan alat-alat seperti tripod, tali, serta basket atau tandu penyelamatan yang biasa digunakan pada penanganan medan vertikal. 

“Kami pakai alat khusus untuk menurunkan jenazah ke liang lahat. Kami menerjunkan 12 personel penyelamatan dengan sistem penurunan,” kata dia.

Dia mengatakan pemakaman jenazah menggunakan basket karena tidak memungkinkan dimasukkan ke dalam peti, mengingat berat badan almarhumah sekitar 200 kilogram.

Kendala utama, lanjut Andri, berada pada akses lokasi makam yang cukup jauh dari jalur utama. Ia mengaku permintaan bantuan pemakaman dengan bobot jenazah di atas rata-rata ini merupakan kali kedua dilakukan Damkar Solo. 

“Sebelumnya, kejadian serupa pernah terjadi di wilayah Banyuanyar dengan metode penanganan yang sama,” kata dia

Ketua RT setempat, Harjanto, menyebut almarhumah sebelumnya diketahui menderita sejumlah penyakit, salah satunya gangguan jantung.

“Almarhumah sudah ada riwayat sakit jantung. Kemarin juga sempat beberapa hari bakar-bakar makanan saat tahun baru, mungkin itu berpengaruh. Meninggalnya Minggu kemarin,” imbuhnya. (IM).