Curabitur
Surakartaraya.com- Sebuah tinjauan global terbaru menunjukkan bahwa "meningkatkan jumlah langkah harian, bahkan sedikit, dapat mengurangi gejala depresi." Penelitian dari Spanyol menemukan bahwa jika seseorang berjalan hingga sekitar 10.000 langkah per hari, kemungkinan mereka mengalami depresi akan berkurang sejalan dengan peningkatan jumlah langkah yang diambil.
Temuan ini
diterbitkan pada hari Senin di jurnal JAMA Network Open. Peneliti yang dipimpin
oleh Estela Jimenez-Lopez dari Universitas Castile-La Mancha menyatakan bahwa
sudah ada bukti yang kuat bahwa berbagai bentuk olahraga dapat berfungsi
sebagai antidepresan alami. Namun, mereka ingin mengetahui apakah berjalan
kaki, yang sangat mudah dilakukan, juga memiliki efek yang sama, tulis UPI.
Untuk mencari tahu,
mereka menganalisis data dari 33 studi berkualitas tinggi yang melibatkan lebih
dari 96.000 orang dewasa di seluruh dunia. Studi-studi ini termasuk orang-orang
yang menggunakan perangkat pelacak kebugaran untuk menghitung jumlah langkah
yang mereka ambil setiap hari.
Dibandingkan dengan
baseline 5.000 langkah per hari, orang yang menambah 1.000 langkah harian
mengalami penurunan 9% dalam kemungkinan untuk mengembangkan depresi. Manfaat
ini meningkat lebih jauh: orang yang berjalan 7.000 langkah per hari memiliki
kemungkinan 31% lebih rendah untuk mengalami depresi dibandingkan dengan mereka
yang berjalan 5.000 langkah atau kurang.
Jimenez-Lopez dan
timnya juga menemukan bahwa jika seseorang berjalan lebih dari 7.500 langkah
per hari, kemungkinan mengalami depresi turun 43%. Temuan ini berlaku untuk
semua kelompok usia, baik pria maupun wanita. Namun, setelah mencapai sekitar
10.000 langkah per hari, manfaat kesehatan mental tampaknya stabil.
Seperti yang
terlihat dalam penelitian tentang kesehatan fisik, "meningkatkan jumlah
langkah di atas 10.000 per hari mungkin tidak lagi berkaitan dengan penurunan
gejala depresi yang signifikan," tulis para peneliti.
Temuan ini menambah
daftar aktivitas fisik yang dapat membantu menjaga depresi, termasuk aerobik,
angkat beban, yoga, dan tai chi.
Kesimpulannya,
"menetapkan tujuan untuk jumlah langkah harian dapat menjadi strategi
kesehatan masyarakat yang menjanjikan dan inklusif untuk mencegah
depresi," tutup penulis studi.
Your email address will not be published. Required fields are marked *