Curabitur
Surakartaraya.com - Festival Balon Udara perdana digelar di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta, Minggu (17/5), menuai sorotan.
Pihak penyelenggara tidak menghargai ribuan warga yang terlanjur berdesak-desakan sejak subuh karena membubarkan acara begitu saja tanpa menyampaikan permohonan maaf terbuka di lokasi.
Tokoh masyarakat Kota Solo, Kusumo Putro, mengatakan ribuan pengunjung dari berbagai wilayah Solo Raya seperti Klaten, Sukoharjo, hingga Wonogiri rela datang pagi buta demi mengobati rasa penasaran.
Namun, kepuasan yang dinanti berubah menjadi kekecewaan massal setelah panitia menghentikan penerbangan belasan balon udara raksasa tersebut lebih awal sekitar pukul 07.00 WIB.
“Ini kurang ajar, karena mereka menghentikan acara begitu saja dan tidak menyampaikan maaf secara langsung kepada pengunjung yang ingin menonton,” kata Kusumo, Senin (18/5).
Kusumo menegaskan, ketidakprofesionalan panitia dalam mengomunikasikan kendala teknis di lapangan dapat mencoreng citra Kota Solo sebagai destinasi wisata dan kota ramah event.
Menurutnya, masyarakat awam tidak memahami regulasi keselamatan penerbangan atau dinamika kecepatan angin. Sehingga panitia seharusnya memberikan penjelasan yang edukatif dan simpatik melalui pengeras suara, bukan sekadar menyudahi pertunjukan.
“Pengunjung kan tidak tahu soal teknis angin atau keselamatan penerbangan. Kami sesalkan itu tidak adanya penyampaian maaf langsung dari panitia di lokasi acara,” kata dia.
Ia menilai kejadian seperti ini benar-benar mempermalukan nama Kota Solo di mata wisatawan luar daerah. Apalagi ada yang berangkat dari rumah habis subuh.
“Penyelenggara harus minta maaf terbuka. Ini jadi pembelajaran soal manajemen hiburan,” kata dia
Prwakilan penyelenggara, Slamet Sulistiyono, berdalih keputusan penghentian dini tersebut murni demi menegakkan faktor keselamatan kru dan penonton.
Berdasarkan alat ukur cuaca di Alun-Alun Utara, kecepatan angin mendadak melonjak hingga kisaran 12 sampai 20 knot.
“Padahal batas aman operasional balon udara membran tipis maksimal hanya berada di angka 4 knot. Jika panitia tetap memaksakan belasan balon tersebut mengudara, embusan angin kencang berisiko tinggi merobek dan memecahkan struktur balon hias tersebut,” kata dia.
Ia berharap event digelar kembali di Solo dengan persiapan tempat yang lebih matang.
Pemimpin Bank Jateng Syariah Cabang Solo, Nur Rochmah Lia Fabiyanti mengatakan, pihaknya memahami betul rasa kecewa masyarakat lintas daerah yang sudah rela berbondong-bondong datang memadati lokasi sejak subuh.
Manajemen menjadikan kendala nonteknis ini sebagai bahan evaluasi serius dan menyampaikan permohonan maaf secara khusus kepada Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, selaku pemangku wilayah Kota Bengawan.
“Guna mengobati kekecewaan para pecinta kedirgantaraan dan wisata sport tourism, manajemen berkomitmen untuk menggelar ulang pertunjukan penerbangan balon udara khas Wonosobo tersebut dalam waktu dekat,” kata Rochmah.
Ia menambahkan panitia membidik momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah sebagai waktu pengganti untuk mengutarakan kembali belasan balon warna-warni tersebut. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *