Curabitur
Surakartaraya.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo melaksanakan gerakan 1001 tanam pohon serentak di lima kecamatan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/2).
Tak hanya itu,
PDIP Solo juga mengajak parol lain untuk mengikuti gerakan tersebut secara
simbolis di Mako Brimob, Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon dengan tema "Jaga
Pertiwi".
Hadir dalam
kegiatan Ketua DPC PDIP Solo Aria Bima, mantan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi
Rudyatmo atau Rudy, Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Taufik Nurhidayat, PAC,
ranting, dan anak ranting PDIP bersama warga sekitar lokasi, dan kelompok tani
perkotaan di Kota Solo.
“Gerakan ini
merupakan rekomendasi Rakernas I sekaligus menjalankan instruksi Ketua Umum
PDIP Megawati Soekarnoputri,” ujar Aria Bima, Minggu (15/2).
Ia mengatakan
gerakan tanam pohon ini adalah program utama PDIP dalam rangka HUT partai yang
diinstruksikan Ibu Megawati Soekarnoputri di 508 kabupaten seluruh Indonesia.
Ia mengatakan
di Kecamatan Pasar Kliwon ada 201 pohon. Sementara empat kecamatan lainnya
sebanyak 200 pohon. Adapun jenisnya ada klengkeng, mangga dan nangka.
Aria Bima juga
menyampaikan gerakan tanam pohon merupakan sikap ideologis dan garis politik
perjuangan partai untuk mengatasi krisis ekologis yang mengancam keselamatan
rakyat dan masa depan bangsa.
“Kami
berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keselamatan rakyat sebagai
prioritas utama menghadapi bencana alam, khususnya perubahan iklim,” kata dia.
Menurut Aria
Bima 1001 pohon yang ditanam di lima kecamatan di Solo merupakan langkah awal
PDIP untuk penghijauan Kota Solo.
"1001
pohon sebagai langkah awal. Saya juga sudah menyampaikan ke Mas Wali supaya
Solo ini kita betul-betul sanggup atau ingin ranting, anak ranting untuk
menghijaukan (Solo)," kata Aria Bima.
Wakil Ketua
Komisi II DPR RI ini menargetkan dengan gerakan penanaman pohon ini tahun
pertama ingin ada hutan di tengah Kota Solo. Kemudian tahun kelima ada kota di
tengah hutan.
"Tahun
pertama jadikan hutan di tengah Kota Solo. Lima tahun kedepan ada kota di
tengah hutan. Ini saya kira sesuatu yang menarik karena kita melihat setiap
hari tambah motor, tambah mobil, produksi CO2 terus berkambang di Solo,"
tandasnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *