Atasi Krisis Ekologi, PDIP Kota Solo Ajak Parpol Lain Tanam 1001 Pohon

- 16 Februari 2026 | 07:16
IMG
DPC PDIP Solo melaksanakan gerakan 1001 tanam pohon serentak di lima kecamatan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/2). (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo melaksanakan gerakan 1001 tanam pohon serentak di lima kecamatan di Solo, Jawa Tengah, Minggu (15/2).

Tak hanya itu, PDIP Solo juga mengajak parol lain untuk mengikuti gerakan tersebut secara simbolis di Mako Brimob, Kelurahan Mojo, Pasar Kliwon dengan tema "Jaga Pertiwi". 

Hadir dalam kegiatan Ketua DPC PDIP Solo Aria Bima, mantan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo atau Rudy, Wakil Ketua DPD PDIP Jateng Taufik Nurhidayat, PAC, ranting, dan anak ranting PDIP bersama warga sekitar lokasi, dan kelompok tani perkotaan di Kota Solo.

“Gerakan ini merupakan rekomendasi Rakernas I sekaligus menjalankan instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri,” ujar Aria Bima, Minggu (15/2).

Ia mengatakan gerakan tanam pohon ini adalah program utama PDIP dalam rangka HUT partai yang diinstruksikan Ibu Megawati Soekarnoputri di 508 kabupaten seluruh Indonesia.

Ia mengatakan di Kecamatan Pasar Kliwon ada 201 pohon. Sementara empat kecamatan lainnya sebanyak 200 pohon. Adapun jenisnya ada klengkeng, mangga dan nangka.

Aria Bima juga menyampaikan gerakan tanam pohon merupakan sikap ideologis dan garis politik perjuangan partai untuk mengatasi krisis ekologis yang mengancam keselamatan rakyat dan masa depan bangsa. 

“Kami berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keselamatan rakyat sebagai prioritas utama menghadapi bencana alam, khususnya perubahan iklim,” kata dia.

Menurut Aria Bima 1001 pohon yang ditanam di lima kecamatan di Solo merupakan langkah awal PDIP untuk penghijauan Kota Solo.

"1001 pohon sebagai langkah awal. Saya juga sudah menyampaikan ke Mas Wali supaya Solo ini kita betul-betul sanggup atau ingin ranting, anak ranting untuk menghijaukan (Solo)," kata Aria Bima.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini menargetkan dengan gerakan penanaman pohon ini tahun pertama ingin ada hutan di tengah Kota Solo. Kemudian tahun kelima ada kota di tengah hutan. 

"Tahun pertama jadikan hutan di tengah Kota Solo. Lima tahun kedepan ada kota di tengah hutan. Ini saya kira sesuatu yang menarik karena kita melihat setiap hari tambah motor, tambah mobil, produksi CO2 terus berkambang di Solo," tandasnya. (IM).



 

Berita Terkait