Curabitur
Surakartaraya.com- Ketua PBSI Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyoroti gagalnya tim beregu putra badminton di Thomas Cup 2026.
Ia menegaskan
pentingnya regenerasi atlet bulu tangkis di Kota Bengawan hingga memberikan
kesempatan bagi atlet diluar klub untuk menunjukan kemampuannya melalui ajang
kompetisi lokal.
Hal tersebut
diungkapkan Rudy disela penutupan Kejurkot PBSI Solo Piala Wali Kota Solo 2026
di GOR FKOR UNS Manahan Solo, Rabu (6/5).
“Di tengah
kelesuan prestasi nasional, PBSI Solo berencana menginisiasi rangkaian turnamen
berjenjang demi menjaring bibit unggul dari akar rumput,” ujar Rudy.
Ia mengatakan
saat ini, turnamen bulu tangkis yang ada hanya Kejurkot, ke depannya akan
digelar Piala Ketua PBSI Solo. Tujuannya membangkitkan gairah bulu tangkis
sejak usia dini.
“Sasaran utama
kejuaraan ini adalah anak-anak yang belum masuk ke klub-klub besar namun
memiliki potensi skill yang mumpuni,” ucap dia.
Mantan Wali
Kota Solo ini mengingat belakangan ini pencapaian atlet bulu tangkis Indonesia
dinilai belum memenuhi ekspektasi sebagai salah satu negara dengan bulu tangkis
terbaik di dunia.
?"Kita ini
masih punya rasa prihatin untuk olahraga bulu tangkis. Uber Cup sampai
semifinal, tapi Thomas Cup tidak sampai ke semifinal padahal targetnya juara
pada turnamen yang baru ini. Ini mestinya menjadi keprihatinan seluruh bangsa
untuk meningkatkan kembali prestasi seperti zaman Liem Swie King, Tan Joe Hok,
dan seterusnya," katanya.
Dia menegaskan
di Solo atletnya cukup banyak, namun belum lahir lagi 'Icuk Sugiarto' baru yang
punya prestasi luar biasa di kancah dunia. Makanya, anak-anak usia dini harus
kita utamakan untuk diberi panggung," kata dia.
Rudy juga
memberikan kritik membangun untuk PBSI Pusat. Menurutnya, ada tiga kunci utama
untuk bangkit, yakni kebersamaan pengurus, pembinaan yang konsisten, dan
dukungan sponsor.
Ia sempat menyinggung soal regulasi sponsor rokok yang kini diperketat, yang menurutnya berdampak pada penurunan prestasi secara drastis.
?"Zaman
dulu ada Djarum dengan model rokok boleh, sekarang tidak boleh, makanya
turunnya drastis. Kita boleh protes, tapi jangan berlebihanlah. Yang penting
bagaimana prestasi ini bisa naik lagi," tambahnya.
Rudy menyadari
bahwa bulu tangkis merupakan olahraga yang relatif mahal. Oleh karena itu, ia
ingin negara dan pengurus hadir agar masyarakat tidak terbebani biaya tinggi
dalam memunculkan potensi anak-anak mereka. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *