Curabitur
Surakartaraya.com, Wonogiri- Polres Wonogiri resmi menetapkan empat anak sebagai pelaku dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan meninggalnya santri berinisial MMA (12), di Pondok Pesantren di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Keempat pelaku
tersebut adalah AG (14), AL (14), A (9), dan NS (12). Mereka merupakan
sesama santri di pondok pesantren tersebut.
Satreskrim
Polres Wonogiri Iptu Agung Sadewo mengatakan pihaknya telah melakukan
rekonstruksi 26 adegan dalam kasus ini.
Rekonstruksi
digelar pada Selasa kemarin di kamar pondok pesantren yang menjadi lokasi
terjadinya perundungan dan penganiayaan terhadap korban.
“Kami tetapkan
4 santri ponpes sebagai pelaku penganiayaan hingga tewas Agung dalam pers rilis
di Mapolres Wonogiri, Minggu (28/12).
Dari hasil
rekonstruksi tersebut, kata dia, anak-anak sebagai pelaku dapat menggambarkan
kejadian secara sinkron sesuai hasil penyidikan.
Agung
menjelaskan, perkara ini merupakan kasus khusus karena melibatkan anak di bawah
umur, baik sebagai korban maupun pelaku.
“Proses
penanganan perkara dilakukan sesuai dengan ketentuan sistem peradilan pidana
anak, dengan pendampingan dari Bapas (Balai Pemasyarakatan), Kementerian
Sosial, serta penasehat hukum,” paparnya.
Sejauh ini
penyidik Polres Wonogiri, kata dia, belum menemukan fakta baru dalam perkara
tersebut. Namun, kepolisian masih membuka kemungkinan adanya perkembangan
lanjutan seiring pemeriksaan terhadap saksi-saksi maupun para pelaku.
Ia
menambambahkan berdasarkan hasil penyidikan, korban diketahui mengalami
perundungan dan penganiayaan pada Sabtu (13/12) dan pada Minggu (14/12) di
dalam kamar pondok pesantren. Akibat penganiayaan tersebut, MMA meninggal
dunia pada Senin (15/12).
“Polres
Wonogiri juga mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian dari pihak pengelola
pondok pesantren. Total ada 15 orang saksi, termasuk empat orang pengurus
pondok pesantren,” pungkasnya.
Diberitakan
sebelumnya, Seorang santri salah satu pondok pesantren di Kabupaten Wonogiri,
Jawa Tengah, meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar. Polisi pun turun tangan
melakukan penyelidikan.
Korban
berinisial MMA (12 tahun) meninggal dunia pada Senin (15/12) dengan kondisi
tubuh penuh luka lebam. Pihak keluarga kemudian melaporkan kematian tersebut ke
Polres Wonogiri pada Rabu (17/12). (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *