Pesta Rakyat Bakal Warnai Dhaup Ageng Gusti Sura dan Adimas di Pura Mangkunegaran

- 09 Oktober 2026 | 16:14
IMG
G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian. (Dok. surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Mangkunegaran bakal menyelenggarakan Dhaup Ageng atau pernikahan G.R.Aj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau Gusti Sura dan K.P.H. F.X. Adimas Rosdian pada 3–7 November 2026. 

Dhaup Ageng menandai babak baru bagi kedua mempelai dan pertemuan dua keluarga, yang dirayakan melalui tradisi Mangkunegaran yang terus hidup dan dimaknai hingga hari ini.

Diketahui Gusti Sura merupakan kakak dari Pengageng Mangkunegaran K.G.P.A.A. Mangkoenagoro X.

Rangkaian Dhaup Ageng akan diselenggarakan melalui tata cara dan tradisi Mangkunegaran, dengan rangkaian 

“Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Pura Mangkunegaran. Prosesi pernikahan akan berlangsung pada 3–7 November 2026,” kata Juru Bicara Dhaup Ageng, R.Ay.T. Ayu Rosetyastuti, Kamis (8/10).

Dia mengatakan resepsi akan diselenggarakan pada 6 dan 7 November 2026 di Pendapa Ageng Pura Mangkunegaran. 

“Sebagai ruang partisipasi publik yang menyertai Dhaup Ageng, Mangkunegaran juga menyiapkan pesta rakyat pada 6–8 November 2026 di kawasan Pamedan Pura Mangkunegaran,” kata Ayu, Kamis (8/10).

Kegiatan tersebut, kata dia, memberi ruang bagi masyarakat untuk turut mangayubagya dan berbagi kebahagiaan bersama kedua mempelai dan keluarga.

“Dhaup Ageng pertama-tama merupakan peristiwa keluarga yang menandai babak baru bagi kedua mempelai. Melalui rangkaian tradisi dan kegiatan publik yang telah dipersiapkan, kami berharap masyarakat dapat turut mangayubagya, berbagi kebahagiaan, dan merasakan kedekatan yang telahlama terjalin antara Mangkunegaran dan Kota Solo,” kata dia 

Salah satu agenda dalam pesta rakyat, kata dia, adalah pemutaran film ramah anak yang diselenggarakan bersama komunitas sinema. Sebanyak 200 anak dari yayasan yatim piatu akan diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Ia menyebut Dhaup Ageng juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat makna di balik tradisi Mangkunegaran. 

Setiap tata cara, busana, musik, simbol, dan ruang yang digunakan tidak hanya memiliki fungsi seremonial, tetapi mengandung nilai dan tata laku yang terus dipahami, dipraktikkan, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Ia menambahkan melalui Dhaup Ageng 2026, Mangkunegaran menghadirkan tradisi sebagai warisan budaya yang hidup dijalankan oleh keluarga, abdi dalem, seniman, perajin, dan berbagai pihak yang menjaga makna serta ketelitian di balik setiap rangkaian. (IM).

 

Berita Terkait