Curabitur
Surakartaraya com- Polresta Surakarta mengamankan 60 orang remaja perang sarung selama bulan Ramadan.
Hal itu menjadi
sorotan Wali Kota Surakarta Respati Ardi terkait kenakalan remaja.
Wakapolresta
Solo, AKBP Sigit mengatakan setidaknya ada 60 pelaku yang sudah diamankan
jajaran Polresta Solo. Semuanya merupakan hasil dari laporan masyarakat yang
masuk ke Call Center Tim Sparta.
“Intinya ada
laporan dari warga yang masuk ke Tim Sparta yang langsung kami tindaklanjuti.
Sehingga sebelum terjadi perang sarung pelaku yang mayoritas anak-anak ini
sudah diamankan petugas,” ujar Sigit, Selasa (24/2).
Ia mengatakan
masyarakat yang telah melaporkan adanya indikasi perang sarung di wilayahnya
kepada Polresta Solo. Sehingga bisa langsung ditindaklanjuti sebelum
terjadi.
“Kami
mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat untuk mencegah terjadinya
aksi perang sarung di wilayahnya dan kepada warga lainnya jika ada yang melihat
atau mengetahui hal yang mencurigakan lapor polisi,” kata dia.
Wali Kota Solo,
Respati Ardi menegaskan pihaknya bakal menindak tegas anak-anak dan orang tua
pelaku perang sarung yang diamankan pihak berwajib. Ini masuk kategori
kenakalan remaja.
“Selama Ramadan
ini kejadian yang menonjol dan membutuhkan perhatian adalah perang sarung yang
dilakukan anak-anak. Kami akan tindak tegas anak-anak yang terlibat perang
sarung ini, juga orang tuanya,” kata Respati.
Ia mengatakan
dari analisa yang dilakukan perang sarung ini pelakunya dari luar Solo.
“Kami sudah
mengantongi informasi sekolah-sekolahnya, sehingga akan kami koordinasikan
dengan dinas pendidikan serta kepolisian untuk si anak dan orang tuanya
dipanggil dan dibimbing,” tandasnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *