Curabitur
Surakartaraya.com- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini belum menyerahkan aset pengelolaan RS Kardiologi Emirate–Indonesia ke Pemkot Solo.
Hal itu
dilakukan karena rumah sakit yang diresmikan Presiden Prabowo pada Rabu (19/11)
belum memadai SDM dokter hingga lainnya.
“Rumah sakit
berteknologi tinggi yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto itu sekarang
masih berada di bawah operasional Kementerian Kesehatan melalui RS Dr.
Sardjito. Jadi belum kami kelola,” ujar Wali Kota Solo Respati Ardi, Senin
(24/11).
Ia menyampaikan
bahwa pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter
hingga perawat.
“Kami diberi
waktu untuk menyiapkan dokter, tenaga medis yang siap hingga empat tahun
kemungkinan baru aset diserahkan ke pemerintah kota,” katanya.
Pemkot Solo,
kata dia, sangat bersyukur rumah sakit rujukan jantung berskala internasional
itu akhirnya diresmikan pemerintah pusat pada Rabu (19/11).
Ia berharap
kehadiran fasilitas kesehatan tersebut membawa manfaat luas bagi masyarakat
Solo dan daerah sekitarnya.
“Alhamdulillah
sudah beroperasi. Harapannya benar-benar manfaatnya bisa dirasakan oleh warga
Solo dan masyarakat lain dari berbagai daerah,” paparnya
Dia menjelaskan
selama empat tahun masa transisi, Pemkot Solo bakal menyusun roadmap lengkap
untuk memenuhi seluruh kebutuhan tenaga medis dan nonmedis sebagai persiapan
menuju pengelolaan mandiri.
“Termasuk di
dalamnya, penyediaan SDM dokter dan perawat yang memadai. Itu sedang kita
kejar,” katanya.
Ia mengatakan
untuk mencukupi kebutuhan tersebut, pemkot siap memfasilitasi warga Solo maupun
daerah lain yang memiliki kemampuan dan minat menempuh pendidikan
kedokteran.
“Kami membuka
peluang pemberian beasiswa kedokteran dengan syarat penerimanya bersedia
mengabdi di RS Kardiologi setelah lulus,” katanya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *