Kemenkes Tak Serahkan Aset RS Kardiologi Emirate ke Pemkot, Ini Penyebabnya

- 24 November 2025 | 07:48
IMG
Presiden Prabowo meresmikan RS Kardiologi Emirate–Indonesia. (Dok.Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) saat ini belum menyerahkan aset pengelolaan RS Kardiologi Emirate–Indonesia ke Pemkot Solo. 

Hal itu dilakukan karena rumah sakit yang diresmikan Presiden Prabowo pada Rabu (19/11) belum memadai SDM dokter hingga lainnya.

“Rumah sakit berteknologi tinggi yang baru diresmikan Presiden Prabowo Subianto itu sekarang masih berada di bawah operasional Kementerian Kesehatan melalui RS Dr. Sardjito. Jadi belum kami kelola,” ujar Wali Kota Solo Respati Ardi, Senin (24/11).

Ia menyampaikan bahwa pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.

“Kami diberi waktu untuk menyiapkan dokter, tenaga medis yang siap hingga empat tahun kemungkinan baru aset diserahkan ke pemerintah kota,” katanya.

Pemkot Solo, kata dia, sangat bersyukur rumah sakit rujukan jantung berskala internasional itu akhirnya diresmikan pemerintah pusat pada Rabu (19/11).

Ia berharap kehadiran fasilitas kesehatan tersebut membawa manfaat luas bagi masyarakat Solo dan daerah sekitarnya.

“Alhamdulillah sudah beroperasi. Harapannya benar-benar manfaatnya bisa dirasakan oleh warga Solo dan masyarakat lain dari berbagai daerah,” paparnya 

Dia menjelaskan selama empat tahun masa transisi, Pemkot Solo bakal menyusun roadmap lengkap untuk memenuhi seluruh kebutuhan tenaga medis dan nonmedis sebagai persiapan menuju pengelolaan mandiri. 

“Termasuk di dalamnya, penyediaan SDM dokter dan perawat yang memadai. Itu sedang kita kejar,” katanya.

Ia mengatakan untuk mencukupi kebutuhan tersebut, pemkot siap memfasilitasi warga Solo maupun daerah lain yang memiliki kemampuan dan minat menempuh pendidikan kedokteran. 

“Kami membuka peluang pemberian beasiswa kedokteran dengan syarat penerimanya bersedia mengabdi di RS Kardiologi setelah lulus,” katanya. (IM).




 

Berita Terkait