Curabitur
Surakartaraya.com- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo menertibkan PKL, parkir liar dan becak yang mangkal di lokasi larangan.
Hal itu dilakukan karena kondisi tersebut membuat semrawut dan membuat wisatawan tidak nyaman berkunjung lokasi wisata Pasar Gede.
Kepala Satpol
PP Kota Surakarta, Didik Anggono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan
operasi rutin yang kali ini diperkuat dengan melibatkan lintas instansi agar
penanganan lebih optimal.
Penertiban menyasar PKL, parkir liar dan becak yang mangkal di lokasi larangan.
“Penertiban kami lakukan karena masih banyak pelanggaran yang mengganggu ketertiban dan keindahan kawasan Pasar Gede,” ujar Didik, Jumat (17/7).
Dia mengatakan pihaknya mendapatkan keluhan mulai dari kendaraan yang parkir sembarangan, pedagang yang memanfaatkan trotoar dan fasilitas umum untuk berjualan. Kemudian gerobak yang ditinggalkan semalaman, hingga becak yang diparkir berhari-hari tanpa pemilik.
"Kondisi seperti itu membuat kawasan menjadi kumuh. Fasum dipakai untuk jualan, gerobak tidak dibawa pulang, bahkan ada becak yang digembok berminggu-minggu di lokasi," katanya.
Dia mengatakan pihaknya terpaksa membawa dua becak ke kantor Satpol PP Solo karena kedapatan ditinggalkan pemiliknya.
"Dua becak kami amankan karena setelah kami tanyakan kepada warga sekitar tidak ada yang mengaku sebagai pemiliknya. Becak itu kami bawa ke kantor dan bisa diambil jika pemiliknya datang," jelas Didik.
Menurutnya, persoalan di kawasan Pasar Gede tidak bisa diselesaikan hanya melalui penertiban sesaat. Diperlukan komitmen bersama dari seluruh instansi yang memiliki kewenangan agar kondisi tetap tertib setelah operasi selesai.
"Satpol PP tugasnya menertibkan. Setelah itu, OPD yang memiliki kewenangan pengelolaan pasar, parkir, maupun fasilitas umum harus menjalankan fungsinya masing-masing. Kalau tidak ada pengawasan lanjutan, tentu masalah yang sama akan terulang," tegasnya.
Dia menambahkan
Satpol PP akan menempatkan personel di kawasan Pasar Gede. Selain
mengantisipasi PKL yang kembali berjualan di area terlarang, petugas juga akan
mengawasi keberadaan pengamen dan pengemis yang dinilai mulai mengganggu
kenyamanan pengunjung maupun wisatawan.
"Pasar Gede juga banyak pengamen dan pengemis yang masuk ke area pasar. Satpam kewalahan, sehingga kami akan membantu melakukan pengawasan," pungkasnya. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *