Kapolresta Solo Mbah Con Apresiasi Program Anti Bullying di Budi Utomo

- 07 November 2026 | 10:26
IMG
Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko saat melakukan silaturahmi di Ponpes Budi Utomo, Jumat (6/11). (Dok. surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko mengapresiasi program anti bullying di Ponpes Budi Utomo.

Hal itu diungkapkan Mbah Con sapaan akrabnya saat melakukan silaturahmi di Ponpes Budi Utomo, Jumat (6/11).

“Kuncinya bukan sekadar membuat aturan, melainkan membangun kebiasaan saling membantu, menghormati, dan tidak merendahkan sesama santri. Pola pembinaan tersebut menarik perhatian,” ujar Condro.

Ia ingin mempelajari sistem pencegahan bullying di pesantren tersebut untuk diterapkan atau dibagikan kepada sekolah-sekolah lain di Kota Solo.

Condro mengatakan, pihaknya akan belajar dari berbagai lembaga pendidikan, termasuk pesantren, mengenai praktik pembinaan yang mampu menciptakan lingkungan aman bagi para pelajar.

“Ini salah satu contohnya pondok pesantren yang saya lihat tadi ada anti-bullying. Seperti apa? Nanti kita bisa sampaikan ke yang lain biar hal ini tidak terjadi,” kata Condro.

Menurut dia, praktik baik dari satu lembaga pendidikan perlu dibagikan kepada lembaga lainnya. Dengan begitu, sekolah dan pesantren dapat saling belajar untuk mencegah perundungan sekaligus menjaga keamanan lingkungan pendidikan.

Pimpinan Ponpes Budi Utomo Surakarta, KH M Thoyibun, menjelaskan pencegahan bullying dimulai sejak santri pertama kali masuk pesantren. 

“Mereka mengikuti pembinaan bersama untuk memahami bahwa seluruh santri memiliki visi, misi, dan tujuan yang sama,” kata dia 

Ia mengatakan Thoyibun menanamkan nilai kebersamaan dengan mengingatkan santri agar saling membantu dan tidak menyakiti teman. 

Ia melarang santri mengejek, menghina, menjatuhkan, atau melakukan tindakan yang merugikan orang lain.

“Intinya itu, saling membantu, tidak boleh menjatuhkan, tidak boleh menghina, tidak boleh mengejek, tidak boleh merugikan. Harus memberikan pertolongan kepada teman atau saudara-saudaranya,” ujarnya.

Ponpes Budi Utomo juga menerapkan evaluasi rutin setiap pagi dan malam. Para pamong memantau kondisi santri, termasuk hubungan pertemanan dan pergaulan mereka sehari-hari. 

Setiap pagi, pengasuh mengevaluasi kejadian selama malam sebelumnya. Sebaliknya, evaluasi malam membahas aktivitas santri sejak pagi hingga sore. Pola tersebut membantu pengasuh mengetahui lebih awal jika muncul persoalan di antara para santri. (IM)

Berita Terkait