Romo Fajar Sampaikan Pesan Pernikahan Gusti Sura dan Dimas: Cinta Harus Dirawat Setiap Hari

- 06 November 2026 | 19:31
IMG
Dhaup Suci, Penerimaan Sakramen Perkawinan Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo dan Kanjeng Pangeran Haryo Fransiskus Xaverius Adimas Rosdian di Gereja Santo Antonius Padua Purbayan, Solo, Jumat (6/11). (Dok. surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Pernikahan bukan sekadar perayaan sehari, melainkan komitmen yang harus dirawat sepanjang kehidupan. Pesan itu disampaikan Romo Ibnu Fajar Muchammad, MSF, dalam khotbah Perayaan Ekaristi Penerimaan Sakramen Perkawinan Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo dan Kanjeng Pangeran Haryo Fransiskus Xaverius Adimas Rosdian di Gereja Santo Antonius Padua Purbayan, Solo, Jumat (6/11).

Diketahui, Perayaan Ekaristi tersebut dipimpin tiga imam, yakni Romo Herman Yoseph Singgih Sutoro, Pr; Romo Walterus Teguh Santosa, SJ; dan Romo Ibnu Fajar Muchammad, MSF.

Dalam khotbahnya, Romo Ibnu mengajak kedua mempelai mengingat kembali perjalanan hubungan mereka. Saat ditanya mengenai awal pertemuan, keduanya menceritakan bahwa hubungan tersebut sempat terjalin dalam dua periode. Mereka pernah berpisah sebelum akhirnya kembali bertemu dan melanjutkan hubungan.

Menurut Romo Ibnu, perjalanan perkawinan tidak selalu berjalan mulus. Perbedaan pendapat dan pengalaman yang menyakitkan bisa saja muncul dalam kehidupan rumah tangga. Namun, pasangan perlu belajar mengatasi persoalan dengan saling mengampuni dan menghormati perbedaan.

Ia mengingatkan bahwa menghormati perbedaan pasangan juga merupakan bentuk penghormatan kepada Allah. Setiap manusia memiliki keunikan, baik secara fisik maupun dalam cara berpikir. Karena itu, suami dan istri tidak seharusnya memaksakan pasangannya untuk selalu memiliki pandangan yang sama.

Kunci untuk menyatukan dua pikiran dan dua hati, kata dia, adalah cinta yang diwujudkan melalui kesediaan untuk saling mendengarkan. Pasangan perlu memberi ruang bagi satu sama lain untuk menyampaikan pikiran dan perasaan.

Romo Ibnu mengingatkan bahwa manusia memiliki dua telinga dan satu mulut. Pesan tersebut menjadi pengingat agar pasangan lebih banyak mendengarkan, bukan hanya sibuk berbicara. Kemampuan mendengarkan juga perlu disertai kepekaan untuk memahami bahasa tubuh pasangan.

Menurut dia, mendengarkan merupakan anugerah yang dapat membantu suami dan istri memahami satu sama lain. Dengan begitu, perbedaan tidak harus menjadi sumber pertengkaran, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk saling mengenal dan menguatkan.

Romo Ibnu juga menyampaikan pesan khusus kepada kedua mempelai. Kepada Adimas sebagai suami, ia mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan, baik kepada istri maupun anak-anak dalam kehidupan keluarga kelak.

“Cinta Harus Dirawat Setiap Hari,” tandasnya. (IM)

Berita Terkait