Polres Wonogiri Bongkar Makam di Jatiyoso, Diduga Korban Bullying Senior di Ponpes

- 20 Desember 2025 | 15:27
IMG
Polres Wonogori melakukan ekshumasi jenazah santri laki-laki MMA (12), warga Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jumat (19/12). (Dok. Surakartaraya.com)

Surakartaraya.com- Polres Wonogori menggelar ekshumasi terhadap santri laki-laki MMA (12), warga Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jumat (19/12). 

Hal itu dilakukan karena korban diduga meninggal akibat perundungan yang dialami di Pondok Pesantren Santri Manjung, Kabupaten Wonogiri.

“Ekshumasi akan dilakukan bersama tim dokter dari Dokkes Polda Jateng, Polres Wonogiri, dan disaksikan oleh pihak keluarga korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sadewo, Jumat (19/12).

Ia mengatakan kasus ini berdasarkan laporan dari keluarga korban. Sebab, keluarga curiga ada luka lebam pada tubuh putranya.

Ia mengatakan korban dilaporkan meninggal dunia pada Senin (15/12). Sejumlah orang telah diamankan atas meninggalnya santri itu.

"Korban meninggal Senin kemarin. Kita dapat informasi ada seorang anak yang meninggal tidak wajar, kami melakukan serangkaian penyelidikan kita amankan beberapa orang terkait kematian korban," ucap dia 

Ia mengatakan total sembilan orang yang diperiksa dan diamankan berstatus Anak Sebagai Pelaku. Namun kesembilan anak itu belum dilakukan penahanan.

"Yang diamankan ada beberapa dan masih dalam pemeriksaan. Kurang lebih ada 9 orang diperiksa dan tidak ditahan,” kata dia.

Polisi, kata dia, sudah mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus itu. Adapun barang bukti yang diamankan berupa baju korban, hasil rontgen, tipe x, dan rekam medis korban. 

Selain itu, sejumlah pengurus Ponpes juga telah dimintai keterangannya, atas kematian MMA.

"Sudah. Kurang lebih 5 orang pengurus ponpes kita mintai keterangan,” pungkasnya.

Terpisah, Pemilik Ponpes Santri Manjung Eko Julianto, menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian. Ia mengaku kaget dengan peristiwa yang terjadi.

"Kita pasrahkan ke kepolisian. Semua kalut atas peristiwa ini. Biar Polres Wonogiri yang mengurusi semuanya," kata Eko. (IM).


 

Berita Terkait