Curabitur
Surakartaraya.com- Polres Wonogori menggelar ekshumasi terhadap santri laki-laki MMA (12), warga Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jumat (19/12).
Hal itu
dilakukan karena korban diduga meninggal akibat perundungan yang dialami di
Pondok Pesantren Santri Manjung, Kabupaten Wonogiri.
“Ekshumasi akan
dilakukan bersama tim dokter dari Dokkes Polda Jateng, Polres Wonogiri, dan
disaksikan oleh pihak keluarga korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Wonogiri Iptu
Agung Sadewo, Jumat (19/12).
Ia mengatakan
kasus ini berdasarkan laporan dari keluarga korban. Sebab, keluarga curiga ada
luka lebam pada tubuh putranya.
Ia mengatakan
korban dilaporkan meninggal dunia pada Senin (15/12). Sejumlah orang telah
diamankan atas meninggalnya santri itu.
"Korban
meninggal Senin kemarin. Kita dapat informasi ada seorang anak yang meninggal
tidak wajar, kami melakukan serangkaian penyelidikan kita amankan beberapa
orang terkait kematian korban," ucap dia
Ia mengatakan
total sembilan orang yang diperiksa dan diamankan berstatus Anak Sebagai
Pelaku. Namun kesembilan anak itu belum dilakukan penahanan.
"Yang
diamankan ada beberapa dan masih dalam pemeriksaan. Kurang lebih ada 9 orang
diperiksa dan tidak ditahan,” kata dia.
Polisi, kata
dia, sudah mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus itu. Adapun barang
bukti yang diamankan berupa baju korban, hasil rontgen, tipe x, dan rekam medis
korban.
Selain itu,
sejumlah pengurus Ponpes juga telah dimintai keterangannya, atas kematian MMA.
"Sudah.
Kurang lebih 5 orang pengurus ponpes kita mintai keterangan,” pungkasnya.
Terpisah,
Pemilik Ponpes Santri Manjung Eko Julianto, menyerahkan kasus ini ke pihak
kepolisian. Ia mengaku kaget dengan peristiwa yang terjadi.
"Kita
pasrahkan ke kepolisian. Semua kalut atas peristiwa ini. Biar Polres Wonogiri
yang mengurusi semuanya," kata Eko. (IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *