Curabitur
Surakartaraya.com- Internal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengukuhkan KGPH Mangkubumi sebagai Pakoe Buwono (PB) XIV.
Keraton Solo
diambang punya raja kembar setelah sebelumnya KGPAA Purbaya putra terkecil PB
XIII telah mendeklarasikan diri penerus PB XIV pada tanggal 5 November.
Dimana hasil
rapat internal dipimpin Maha Menteri atau patih, Kanjeng Gusti Panembahan
Tedjowulan menggelar di Sasana Handrawina, Kamis (13/11).
Rapat internal
keluarga tersebut dihadiri keluarga PB XII dan PB XIII, yakni
KGPHPA
Tedjowulan, GPH Suryo Wicaksono, GRAy Koes Moertiyah (Gusti Moeng), GRAy Koes
Indriya, KGPH Puger, KGPH Hangabehi (Mangkubumi) hingga Wayah Dalem, Sentana
Dalem sepuh.
Sementara itu,
keluarga pendukung KGPAA Purbaya jadi PB XIV tidak hadir mengikuti rapat
internal tersebut.
Putra PB XII
GPH Suryo Wicaksono mengatakan pihaknya salah satu pihak yang menghadiri
undangan patih.
Rapat dimulai
dengan pembacaan surat Kementerian Kebudayaan tanggal 10 November 2025 dan
Kemendagri tanggal 21 April 2017 oleh Gusti Wandansari, di depan para sentono
dan putri wayah PB XII dan satu putra PB XIII.
“Pada rapat
internal ini pelantikan putranya tertua PB XIII yaitu Gusti Mangkubumi sebagai
pangeran patih atau raja,” ujar GPH Suryo.
Ia mengatakan
pada penobatan PB XIV yang disaksikan para sentono, kerabat PB XII dan para
sesepuh keraton terjadi geger. Dimana putri sulung PB XIII Gusti Kanjeng Ratu
(GKR) Timoer Rumbai Kusuma Dewayani mendatangi lokasi acara, dengan menyebut
acara ini bertentangan komunikasi yang sebelumnya dilakukan.
“Penobatan
Gusti Mangkubumi sebagai PB XIV terjadi geger. GKR Rumbai mendatangi lokasi
acara, menyebut acara ini bertentangan komunikasi yang sebelumnya dilakukan,”
kata dia.
“Saya
mengundurkan diri (walkout) karena terjadi perdebatan antara Gusti Rumbai dan
Gusti Moeng terkait penobatan Gusti Mangkubumi sebagai PB XIV,” kata dia
(IM).
Your email address will not be published. Required fields are marked *